Padi organik sekarang ini mulai banyak dikembangkan oleh petani. Pasalnya padi organik merupakan padi yang sehat karena bebas dari residu kimia. Sekarang ini makin banyak orang yang sadar akan kesehatan jasmaniahnya. Banyak penyakit yang disebabkan karena penggunaan bahan kimia baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya penggunaan bahan pengawet dan bahan pewarna pada makanan. Meskipun sedikit dikonsumsi lama kelamaan akan berakibat buruk bagi kesehatan manusia. Pengembangan budidaya padi organik ini merupakan langkah awal dalam memperbaiki konsumsi masyarakat akan bahayanya penggunakan bahan kimia dalam pestisida. Adapun keuntungan dari budidaya tanaman sehat ini antara lain yaitu memperbaiki konservasi lingkungan, menyehatkan jika dikonsumsi, mengurangi residu kimia dalam tanah, hemat biaya operasional dan sebagainya.
Tahun 2020 pemerintah mencanangkan program Padi Bebas Residu yang ditempatkan di kelompok tani Mawar Desa Kedondong. Kelompok Tani ini memang sudah lama menggunakan bahan-bahan organik dalam budidaya tanaman padinya terutama dalam penggunaan POC organik maupun pestisida nabatinya. Dengan adanya bantuan ini semoga menjadi stimulus bagi kelompok tani akan lebih mandiri dan berdaya saing dengan produk yang ada di sekitarnya. Hal ini diharapkan anggota kelompok tani akan lebih sejahtera dan sehat.
Hari ini (4/08/2020) penyuluh melakukan pendampingan dalam pengedropan benih padi yang akan di budidayakan secara organik di kelompok tani Mawar Desa Kedondong sebanyak 625 kg. Bantuan benih ini berupa varietas inpari 32 yang salah satu keunggulannya adalah produksi tinggi jika dibandingkan varietas ciherang. Tujuan adanya program Padi Bebas Residu ini tentu saja meningkatkan nilai gizi masyarakat dengan produk beras sehat, selain itu juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Prospek pertanian organik dimasa mendatang akan memiliki peluang usaha yang besar, karena secara faktual lahan semakin berkurang, kesadaran akan kesehatan semakin tinggi, masyarakat lebih peduli lingkungan, hasil lebih menguntungkan, biaya operasional dapat ditekan dan masih banyak lagi keuntungan-keuntungan lainnya. Karena alasan itulah masyarakat akan banyak kembali bertani secara organik atau kembali ke alam (Back to Nature). Hal ini yang diharapkan pemerintah dalam upaya memperbaiki pertanian di Indonesia.