Kartu tani merupakan kartu berupa ATM (Anjungan Tunai Mandiri) yang digunakan petani dalam melakukan penebusan pupuk bersubsidi. Selain dapat digunakan sebagai alat tarik uang tunai, kartu tani juga digunakan untuk menggesek kebutuhan pupuk bersubsidi sesuai dengan kuota pupuknya.
Kartu tani dianggap lebih praktis digunakan sebagai alat pembayaran dalam pembelian pupuk bersubsidi, sehingga kali ini Demak sebagai pilot project pelaksanaan penggunaan kartu tani yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 September nanti telah berbenah, percepatan penerbitan kartu tani diharapkan akan selesai sebelum tanggal pelaksanaannya. Jika program ini sukses maka beberapa kabupaten akan mengikuti program tersebut. Seperti hari ini (Senin, 10 Agustus 2020) Penyuluh melakukan koordinasi dengan ketua kelompok tani Randu Sari (H. Muhtar Kirom) terkait distribusi kartu tani anggota kelompoknya. Menurut Muhtar (53) mengatakan bahwa “Kami sudah membentuk tim dalam pelaksanaan distribusi kartu tani bu, sehingga kartu tani ini akan cepat sampai pada pemiliknya”, tentu saja hal ini sangat menggembirakan bagi penyuluh karena pengurus kelompok tani mau berupaya secara langsung turun dari rumah ke rumah dalam pembagian kartu taninya. Harapannya dengan adanya kartu tani jatah pupuk bersubsidi para petani akan lebih tepat sasaran.