
DEMAK – Bupati Demak Muhammad Natsir mendapat penghargaan Dwija Praja Nugraha tahun 2018 dari Presiden Joko Widodo, atas kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan guru.
Penghargaan tersebut diberikan pada Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Ke-73 PGRI di Stadion Pakansari Cibinong Bogor, Jawa Barat, belum lama ini. Penghargaan tersebut diraih 15 kepala daerah yang meliputi dua gubernur, lima wali kota, dan delapan bupati.
Bupati Natsir menyatakan bangga dan bersyukur menerima penghargaan Dwija Praja Nugraha tersebut. ”Setidaknya ini membuktikan pengakuan negara atas kerja keras pemerintah. Saya sangat terima kasih kepada Allah Swt atas penghargaan yang membanggakan ini,” katanya di sela tasyakuran atas diraihnya penghargaan Dwija Praja Nugraha tahun 2018 di Gedung PGRI Kabupaten Demak, Kamis (5/12).
Majukan Pendidikan
Menurutnya, dengan diperolehnya penghargaan itu akan semakin memotivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Demak, termasuk meningkatkan kesejahteraan para tenaga didik.
Adapun pada tasyarakuran tersebut diisi dengan doa bersama serta pemotongan tumpeng. Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak Anjar Gunadi menyampaikan, PGRI Kabupaten Demak turut merasakan bangga sehingga organisasi para guru menggelar tasyakuran sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas pencapaian itu.
Penghargaan Dwija Praja Nugraha merupakan bentuk penilaian dan apresiasi dari para guru yang tergabung dalam Organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kepada para Kepala Daerah. Anjar melanjutkan, penghargaan yang baru diterima itu tidak terlepas dari kepedulian dan komitmen yang tinggi dari Pemerintah Kabupaten Demak untuk memajukan pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan para guru di wilayah Kabupaten Demak.
Hal itu dibuktikan, pada 2018, Pemkab Demak mengalokasikan dana sebesar Rp 15 miliar untuk membantu meningkatkan kesejahteraan guru honorer K2 dan Rp 9 miliar untuk honorer non-K2 di Kabupaten Demak. ”Bukan hanya itu, sejumlah program pemerintah juga ikut mewarnai keberhasilan pendidikan, seperti program literasi sekolah, gerakan maghrib matikan TV ayo mengaji dan lainnya,” terang Anjar Gunadi.
Sumber : Suara Merdeka